61 Views

Asrul Alinapia Harahap Menanggapi Tentang Tudingan Sebagian Warga

Sumurungnews-Padangsidimpuan, 
Asrul Alinapia Harahap warga lingkungan 6 Kelurahan Aek Tampang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan, selama ini dia diketahui menjabat sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) 6 di Kelurahan Aek Tampang, dalam kesempatan ini dia menceritakan peristiwa yang terjadi dilingkungannya terhadap wartawan, Selasa (13/04) dikediamannya.

Adanya keinginan sebagian warga untuk melengserkan Asrul sebagai Kepling karena alasan tertentu merupakan asal-muasal peristiwa kontroversial, akibat desakan sebagian warga, maka Pemerintahan Kelurahan mengambil kebijakan yang dianggap perlu dan urgen untuk menciptakan kondisi yang kondusif terkait peristiwa kontroversial di lingkungan 6 tersebut.

Adapun Keputusan Kebijakan yang dilaksanakan kelurahan, berdasarkan musyawarah untuk mufakat, peserta musyawarah terdiri dari tokoh masyarakat lingkungan 6, perangkat Kelurahan Aek Tampang dan perangkat Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Musyawarah dilaksanakan di Kantor Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Senin (22/02) lalu, adapun isi poin kesepakatan yang dimusyawarahkan, Asrul Alinapia Harahap sebagai kepling 6 akan dibina dan dalam pengawasan kelurahan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Asrul Alinapia Harahap ketika bercerita kepada wartawan, keinginan pergantian kepling dilingkungan 6 adalah keinginan sebagian warga dan bukan keseluruhan dari warga lingkungan 6 Kelurahan Aek Tampang, demi desakan sebagian warga, kelurahan yang direstui kecamatan mengeluarkan resolusi demi ketentraman kehidupan di lingkungan 6.

Untuk diketahui bersama, Asrul mengatakan lebih rinci pemberhentian kepling dan pengangkatan penggantinya menggunakan regulasi yang telah diatur menurut ketentuan yang berlaku, keinginan sebagian warga telah terpenuhi berdasarkan musyawarah bersama antara tokoh masyarakat, perangkat kelurahan dan perangkat kecamatan yang dilaksanakan di Kantor kecamatan Padangsidimpuan Selatan, poin resolusi hasil musyawarah diantaranya kepling lingkungan 6 dibina dan dalam pengawasan pemerintahan kelurahan, ungkapnya.

Peristiwa aktual kekinian, sebagian warga menginginkan pergantian kepling dengan diiringi desakan terhadap kelurahan, menurut saya, kalau hanya berdasarkan desakan sebagian warga untuk pergantian kepling tanpa melalui mekanisme, bisa saja dalam kurun waktu yang singkat akan terulang kembali peristiwa yang sama dan seterusnya akan menjadi kebiasaan baru peristiwa tersebut, katanya.

Lebih tegas lagi Asrul berkata, menurutku penyelenggaraan pemerintahan hingga ketingkat lingkungan ada tata cara yang ditetapkan dan diterapkan, memaksakan kehendak secara inkonstitusional tidak masuk kategori ketentuan, wacana itu akan batal demi undang-undang, kalau memang sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentunya saya akan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut, kata Asrul mengakhiri pembicaraan. (Tim SN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*