488 Views

PDI Perjuangan Madina Datangi KSP Istana Negara Adukan Permasalahan di Mandailing Natal

Sumurungnews-Mandailing Natal,

Istana Negara (Kementerian Sekretariat Kepresidenan, Banteng Ganteng Kabupaten Mandailing Natal meminta penutupan Tambang Emas Ilegal di DAS Sungai Batang Natal, Rabu (7/04).

Akbar Panjaitan yang turun langsung dari Panyabungan Mandailing Natal ke Jakarta mengatakan, bahwa silaturrahmi ini bertujuan untuk meminta Pihak Istana Negara dalam hal ini KSP menindak lanjuti laporan yang telah dilayangkan sebelumnya.

“Sebelumnya kami sudah datang ke Mabes Polri melaporkan kegiatan penambang emas disekitaran sungai Batang Natal ini, dengan nomor laporan 03/PAC/PYB/11/21, dan sebelum itu kami juga sudah membuat laporan yang kami antar langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan melalui Gakkum dan  Ibu Menteri tapi sampai hari ini belum ada tindakan” Ujar Akbar Panjaitan.

Menurut Akbar, perbuatan melawan hukum ini juga sudah sangat sering mendapat kecaman dari berbagai pihak, baik unsur masyarakat maupun pemerhati lingkungan di daerah Mandailing Natal ataupun Provinsi Sumatera Utara.

“Tapi para mafia penambang emas di sungai Batang Natal ini sepertinya kebal terhadap hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebab pernah ada yang tertangkap terkait perusakan sungai ini, tapi malah pulang dan melenggang pata pata seperti tanpa beban.

Akbar juga bermohon agar Bapak Presiden Joko Widodo segera menindak para mafia tambang di Aliran Sungai Batang Natal, Linggabayu Ranto Baek dan kecamatan sekitarnya di Kabupaten Mandailing Natal, serta berharap kepada Bapak Presiden untuk memerintahkan Kapolri menurunkan Propam Polri terkait dugaan pembiaran Polres Mandailing Natal atas kegiatan Tambang yang sangat merusak Sungai tersebut, tandasnya.

Senada dengan itu, Pihak Istana Negara dalam hal ini Staf Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Deputi IV Putri Khairunnisa, langsung menerima laporan tersebut dan sangat mengapresiasi langkah para pemuda yang peduli terhadap lingkungan serta dia mengatakan, akan segera memproses laporan tersebut dan selanjutnya untuk dokumen-dokumen tambahan lainnya bisa dikirimkan melalui pesan online via Whatsap dan gmail, ujarnya. (SN 001)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*