245 Views

Gadis Korban”Cabul” Harapkan Ketegasan Pihak Polres Menangani Kasusnya Diutarakan Saat Konsultasi ke LPAP BURANGIR

Sumurungnews-Padangsidimpuan,
Seorang Anak gadis yang baik dan berbakti terhadap orangtua sangat diharapkan orangtua. Merupakan tugas dan upaya orang tua untuk mengasihi serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan pendidikan si anak.
Namun hancurnya perasaan si orang tua ketika mengetahui anak gadisnya telah di nodai atau menjadi korban cabul, oleh oknum tak bertanggung jawab menjadi perasaan yang tak tergambarkan, hari ini (25/09) Kantor Burangir didatangi oleh DF (14 thn) bersama ayah kandungnya dan keluarganya.
Mereka mengadukan pencabulan yang dilakukan AL (30 thn ) seorang pria beristri dan beranak satu. Pada kunjungan ke kantor LPAP BURANGIR, DF yang di dampingi orangtuanya, mengaku sudah dicabuli berkali – kali di berbagai tempat di wilayah Padangsidimpuan dan terakhir AL melakukannya, (26/8) lalu di salah satu tempat di daerah Padangsidimpuan.
Pada Awalnya korban dan AL berjumpa di tahun 2019 dan AL membujuknya untuk melakukan hubungan suami istri. Dengan iming – iming uang dan rayuan dari AL, korban pun pasrah dicabuli oleh AL berkali – kali. Sampai akhirnya pada tanggal 22 September 2020, orangtua korban mencurigai kedekatan korban dengan AL dan menanyakan langsung kepada korban, dari situlah korban akhirnya mengakui perlakuan AL kepadanya. KS (45 thn ) orangtua korban, pun membuat laporan ke Polresta Padangsidimpuan dan diterima dengan Nomor : STPL /314/IX/2020/SU/PSP tanggal 22 September 2020 sekira Pukul 02.09 WIB.
Juli Zega (Sekretaris Burangir) menyampaikan bahwa Pada tanggal 25 September 2020, Korban dan orangtuanya mendatangi Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan (LPAP) Burangir untuk meminta perlindungan hukum dan sosial kepada korban.
“Burangir sangat menyayangkan masih ada orang-orang yang melakukan tipu daya kepada anak dengan tujuan melampiaskan nafsunya kepada anak. Apalagi kami dengar, terlapor AL ini adalah orang yang berpendidikan, memiliki istri dan anak. Kami percaya Polresta Padangsidimpuan dapat bertindak cepat menindaklanjuti kasus ini karena telah dibuktikan dengan cara penanganan kasus anak selama ini. Semoga pelaku segera diamankan supaya tidak menimbulkan masalah lain di luar dan spekulasi yang negatif dari publik terhadap kinerja polisi” ujar Juli Zega, saat di konfirmasi melalui WA, Sabtu (26/09) lalu.
Juli Zega juga menyampaikan bahwa persetubuhan yang dilakukan kepada anak tidak mengenal istilah unsur suka sama suka karena pada UU Perlindungan Anak bahwa anak tetap diposisikan sebagai korban. Terakhir, Lembaga Burangir fokus pada pemulihan psikologis korban supaya korban bisa berkativitas dengan normal kembali tanpa terbebani dengan masalah yang dihadapinya saat ini karena korban adalah seorang pelajar yang memiliki cita-cita sama seperti anak gadis lain seusianya.
Harapannya, pihak korban menyampaikan kepada LPAP BURANGIR bahwa, si pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia ini, juga kiranya piha penegak hukum yakni Kepolisian agar serius menangani kasus ini, mengingat si pelaku masih saja berkeliaran di luar sana,” ujar Juli Zega menirukan harapan orang tua korban. (SN ***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*